Sunday, June 3, 2012

Ini Amanah-Nya untukku

Aku seorang gadis yang terlahir dan tumbuh dalam sebuah keluarga kecil yang sederhana tapi aku menyukainya. Aku terlahir sebagai anak sulung yang mempunyai adik-adik yang harus bisa aku didik menjadi sesosok orang yang lebih berhasil dariku. Sesosok gadis yang tidak ingin melihat kedua orangtuanya lelah dalam kehidupan.

Bisakah aku berguna bagi mereka dan bisakah aku berbahagia untuk hidupku sendiri??
Aku ingin jawabannya iya, dan aku ingin semuanya berjalan lancar. Tapi apakah mungkin? Yaa, jawabannya aku harus dan jika keadaan berkata lain aku harus menjawabnya dengan jawaban 'mungkin bukan ini yang terbaik'.

Mungkin jawaban tentang aku harus bisa agak terpaksa, karena kenyataannya dengan emosiku yang mungkin masih labil tidak semudah itu akan berjalan.


Aku berperan sebagai asisten kecil ayahku,

Ayahku seorang pedagang yang menjualkan jasanya, yang penghasilannya pun tidak akan menentu tiap bulannya, mungkin lancar atau bisa juga tersendak. Kebetulan aku menyukai dan punya sedikit skill untuk membantu pekerjaan beliau. Melihatnya dengan seusia itu jika aku tidak bisa membantunya walaupun sedikit apalah arti aku dilahirkan sebagai anaknya, tegakah aku? Jawabannya pasti tidakkan, maka sesibuk apapun jika waktu memungkinkan aku harus bisa membantunya sedikit demi sedikit. Yaa, walawpun ibuku juga sering membantu beliau. Mengapa tidak orang lain, haruskah aku? sebenarnya tidak harus aku, beliau juga menimang-nimang melihat keadaan yang jika aku bisa dimintai tolong, beliau akan memintanya jika tidak beliau tidak akan mamaksakannya kepadaku.

Aku berperan sebagai ibu kecil di keluarga ini,

Nah kebetulan aku anak perempuan dewasa yang bisa dimintai tolong oleh ibuku, pekerjaan rumah yang pasti telaten hanya bisa dikerjakan oleh kaum wanita. entah itu memasak atau berbenah akan pekerjaan ini dan itu. Yaa, ibuku masih sehat Alhamdulillah sampai detik ini, tapi melihat umur beliau yang sudah tidak muda lagi, maka kemampuan bugar beliaupun tidak se 'wah' dulu lagi. Sehingga sesingkat apapun dan sebentar apapun setidaknya aku harus bisa membantu-bantu sedikit untuk beliau.


Aku berperan sebagai guru dan orangtua kecil adik-adikku

Adik laki-lakiku, entah aku harus kesal atau kasian, kepengurusan dia sekolahpun masih harus sedikt-sedikit aku bantu. Entah itu jadwal akademik dia ataupun pembayaran uang kuliah dia. Setidaknya aku sedikit kesal, masa hal sepeleh ini saja dia tidak bisa mengataasinya sih. Jikapun ayahku membantu itu juga kalau beliau tidak sedang sibuk. Kalau bukan aku siapa lagi.... 'pikiran yang selalu terngiang di otakku'.
Sedangkan adikkku yang kecil, pelajaran anak jaman sekarang sudah tak semudah jaman dahulu lagi, sering kali tugas seperti PR atau sejenisnya ada yang tidak bisa ibuku jawab sehingga akupun yang harus bisa membantu dia. Dan misiku adalah membuat adik-adikkku lebih hebat dariku, apakah aku tega membiarkannya begitu saja .. Jawabannya pasti juga tidak.


Aku berperan sebagai mahasiswa

aku bersyukur masih bisa melanjutkan sekolah ketingkat lebih tinggi, masih banyak yang tidak bisa meneruskannya ke jenjang lebih tinggi sepertiku, maka aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang bbisa aku dapatkan ini. Aku tidak ingin mengecewakan orangtuaku yang sudah membiayaiku sampai sejauh ini. Aku tidak mau menyia-nyiakan sehingga nilaiku jelek, jadi aku harus rajin belajar. Yaa, karena aku sadar, aku bukan orang yang pintar, sehingga aku butuh kerajinan yang lebih agar aku bisa mendapatkan nilai yang baik. Selain itu, aku juga harus mampu mengasah otakku agar aku tidak hanya mendapatkan nilai yang baik tapi aku berharap aku juga mempunyai skill yang baik untuk bekalku kerja nanti


Aku berperan sebagai asisten dalam pekerjaan ringanku di kampus

Aku sadar kalau biaya kuliahku sudah cukup tinggi, maka aku harus pintar-pintar mengatur uang jajan yang orangtuaku kasihkan, sehingga jika ada biaya ini itu mendadak aku tidak harus meminta uang terlebih dahulu ke mereka. Sehingga setidaknya ada penghasilan secukupnya yang bisa aku tabungkan. Selain itu, aku juga harus bertanggung jawab atas pekerjaan ini, agar mereka yang aku bantu bisa mendapatkan manfaat dari apa yang aku kerjaakan :D


Nah, lelah akan banyak hal yang harus aku tangani terkadang aku menitikkan airmata, lelah akan ini itu yang aku selalu bertanya 'kenapa aku kenapa aku terus yang dijadikan titik tumpu??'
Seiiring berjalannya waktu akupun sadar semakin dewasanya umurku, aku dititipkan amanah ini karena aku pasti sanggup menerimanya, jika aku ikhlas, akupun naik derajatnya dan membuat mereka bahagia, sekali aku berjalan dengan semua ini, maka manfaat lainpun akan menghampiri aku.
Namun jika aku terus mengeluh'eluhkan keadaan ini dan hanya bisa mengeluh, aku akan capek dengan pikiran akan hal ini itu baik fisik ataupun pikiran.

Maka, Aku hanya terus berjalan dengan perasaan ikhlas kalau aku pasti mampu melakukan ini semua, karena ini adalah amanah Allah yang secara khusu diberikan padaku, dan janganlah aku iri akan orang lain, karena aku special dimata-Nya. Dan ingatlah perbanyak ibadah yang membuat hidup ini menjadi lebih indah lagi.
Yes, I can do it and Thaks so much Allah :)

ref gambar:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhx9rg4Pu_OSFCAZE8QPL60MwObh1WjG_BSiIIPVpKok9FL3cc8-ZSWsGgKT99k10VDdPwq7hplJwY7bIwpfl2Sji_HfgVMOEoQVjym50lq0-gmH2fnZyXvbjRZ0zzUtjvzUErPf7XxNsM/s320/aku+pasti+bisa.jpg
http://www.alhikmahsj.com/wp-content/uploads/2010/12/amanah.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEht-WeSdH_lXAn6wiIahyphenhyphencmPD_l7P3No3BIHwEvKedEOMMkuIv8Pn5p3REKO2vJsFU4LbkCv7PtZNdG5zTeNv_YIl3lvHofLwVlOlSybqej8gwxWwSA_WRJu-Hup8EvkgdQ-CIiJ3TW3I0/s1600/hearth.jpg

No comments:

Post a Comment